MENIKMATI PECEL KOYOR DAN TAHU GIMBAL DI SEMARANG

Dulu, Semarang dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdagangan. Tak heran terjadi banyak pertukaran budaya, termasuk dari segi kuliner. Berbagai tempat wisata kuliner Jawa Tengah pun dengan mudah ditemui di kota berjuluk Kota Lumpia ini. Baik itu kuliner khas lokal, maupun perpaduan antara budaya China dan asing.

Sebagai kota besar dengan sejuta pesona keindahan alam dan wisata sejarahnya, tentunya Semarang juga banyak menyimpan khasanah kuliner khas yang patut untuk dijajal, dari menu ala perpaduan budaya Jawa dan China, hingga kreasi menu yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebagai kota terbesar di Provinsi Jawa Tengah, bisa dipastikan nuansa kesibukan masyarakat sudah terasa sejak pagi hari. Sebelum mengawali aktivitas, rutinitas sarapan menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan bagi kebanyakan masyarakat Semarang. Aneka menu hidangan untuk membuka hari juga selalu hadir di beberapa sudut kota, salah satunya adalah kawasan Simpang Lima. Ada banyak penjaja menu pagi yang berderet di sepanjang trotoar kawasan ini, mulai dari Bubur Kacang Hijau, Jajanan Pasar, Pecel Koyor, Nasi Rames, Bubur Ayam, Ayam Goreng Kampung, dan Mie Jakarta. Dan yang wajib Anda coba di sini adalah Pecel Koyor racikan Pecel Koyor Yu Sri yang letaknya di sentra kuliner Simpang Lima bagian barat, atau di samping Masjid Baiturrahman.

Pecel Koyor memang menjadi salah satu hidangan yang cukup familier di lidah warga Kota Semarang. Pecel Koyor merupakan pecel sayuran yang disiram bumbu kacang dan ditambahkan olahan koyor atau urat daging sapi sebagai pelengkap. Selain rasanya yang legit dan gurih, campuran koyor-nya juga dapat menambah gairah makan.

Menjelajahi kota dengan eksotika pemandangan bangunan tua yang masih tertata apik, membuat perut menjadi lapar. Jangan khawatir, di kota ini ada banyak pilihan menu makan siang yang siap memanjakan lidah Anda. Salah satu yang patut Anda sambangi adalah Soto Mas Ari, yang terletak di Jl. GOR Jati Diri, Jatingaleh-Semarang, atau sekitar 100 meter dari pertigaan PLN Jatingaleh.

Kedai soto yang sudah berdiri sejak 3 tahun yang lalu ini menawarkan sensasi rasa soto yang khas dari Kota Semarang. Berbeda dari Soto Lamongan atauSoto Kudus yang memiliki kuah bening, Soto Ayam Mas Ari ini tampak sedikit keruh. Untuk mendapatkan kuah soto yang sedikit keruh ini, mas Ari sebagai juru ramu sekaligus pemilik kedai, sengaja melengkapi Kuah kaldu ayam kampung dengan berbagai macam perpaduan rempah-rempah khas “wong ndeso” seperti jahe, lengkuas, kayu manis, bawang merah, kemiri dan merica.

Semakin malam, Kota Semarang semakin menunjukkan pesona keindahannya, Gemerlap kota dengan pijar lampu yang memancar menambah elok dari kota atlas tersebut. Untuk mengisi malam santai Anda di Semarang, ada baiknya Anda datang di kawasan Jl. Gajah Mada, di kawasan ini ada beragam pilihan kuliner yang siap untuk menyambut perut Anda. Salah satu menu kuliner yang cukup terkenal di kawasan ini adalah Tahu Pong, dan cukup disayangkan jika Anda melewatkan menu satu ini. Kedai Sari Roso adalah satu di antara beberapa penjaja tahu pong yang ada di sini. space warung yang cukup luas, membuat kedai ini bisa menampung 15 hingga 20 orang pengunjung.

Warung yang berdiri sejak 10 tahun yang lalu ini selalu ramai didatangi pengunjung. Karena selain cita rasa yang gurih, kreasi Tahu Pong yang ditawarkannya juga sangat beragam. Sehingga tak heran jika pelanggannya tidak datang dari Semarang saja, melainkan juga datang dari luar kota. Menurut Rinto, pemilik warung, Tahu Pong mulai dikenal di Semarang pada tahun 1930-an. Kata “pong” pada makanan ini memiliki dua arti, dalam bahasa Jawa pong disebut kopong atau kosong, sedangkan dalam bahasa Mandarin, pong sendiri bermakna menggelembung. Tahu Pong juga hasil dari kuliner peranakan antara dua budaya yaitu budaya China dan budaya Indonesia.

Ingin tahu lebih jauh tentang kekayaan khazanah kuliner Semarang? Di mana saja tempat-tempat makan yang enak? Baca liputan lengkapnya hanya di TabloidInfo Kuliner Edisi 06 Tahun VII yang terbit 13 Desember 2013. Usbat.
Comments

Tidak ada komentar:

Designed by vnBloggertheme.com | Copyright © 2013 Tabloid Wirausaha Kreatif