Fermipan adalah salah satu brand yeast atau ragi yang diproduksi Lesaffre di Perancis, dan sudah terkenal luas oleh para baker di berbagai belahan dunia. Fermipan termasuk instant dry yeast atau ragi kering instant yang berbentuk butiran halus berwarna cokelat muda dan beraroma khas ragi roti.
Di Indonesia, brand Fermipan didistribusikan oleh PT. Sangra Ratu Boga, selaku agen tunggal yang ditunjuk Lesaffre sejak tahun 1989. PT. Sangra Ratu Boga bergerak di bidang perdagangan umum termasuk impor, ekspor, lokal dan antar pulau.

Produk Unggulan. Sebagai produk andalan, PT. Sangra Ratu Boga menjagokan ragi instan Fermipan sebagai produk unggulan. Brand ragi yang telah mendunia ini bahkan selalu jadi pilihan nomor satu baker handal saat membuat adonan roti. Pemakaian ragi instant Fermipan terbukti mempercepat pengembangan adonan roti. Karena dibuat dari mikro­organisme berupa bakteri bersel satu Saccaromyces Cerevisiae. Dalam prosesnya, mikroorganisme ini akan melakukan proses fermentasi pada adonan roti dengan mengubah karbohidrat dalam tepung terigu menjadi gas sampingan berupa karbondioksida (CO2), yang kemudian ditangkap oleh gluten sehingga roti bisa cepat mengembang. Ragi jenis ini hanya dapat digunakan pada adonan roti seperti bakpau, donat atau croissant.Fermipan diproduksi dalam dua jenis yaitu Fermipan Red dan Fermipan Brown.

Fermipan Red mampu difermentasikan dalam adonan dengan kadar gula rendah seperti French bread dan kulit pizza. Di pasaran, Fermipan Red tersedia dalam kemasan 500 gr. Sedangkan Fermipan Brown sangat baik digunakan dalam adonan roti dengan kadar gula lebih dari 5%. Sehingga menghasilkan rasa Roti yang lebih manis. Fermipan Brown juga memiliki kemampuan mengembang yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan tekstur roti yang lebih halus dan lembut, serta aroma Roti yang lebih harum dibandingkan ragi kering lainnya. Fermipan Brown tersedia dalam kemasan 11 gr dan 500 gr. Pengembangan Produk. Sejak tahun 1990, PT. Sangra Ratu Boga mencoba mengembangkan beberapa bahan pendukung pembuatan Roti. Salah satunya menciptakan Fermipan 2 In 1, yaitu ragi instant yang mengandung bread improver dengan campuran enzim pilihan. Dengan produk ini, konsumen tidak perlu repot membeli ragi instan dan bread improver secara terpisah untuk menghasilkan roti yang lebih halus dan lembut.

Namun, PT. Sangra Ratu Boga juga mengeluarkan beberapa produk bread improver tersendiri, seperti merek Unipan Super Bread Improver dan Compact Bread­Improver. Bahan pendukung roti tersebut dapat membuat adonan roti mengembang secara optimal, volume bertambah, penampilan roti lebih menarik dan roti menjadi lebih harum. Di pasaran Unipan Super Bread Improver dan Compact Bread­Improver tersedia dalam kemasan 500 gr. Tak hanya berkutat dengan bahan pengembang adonan ro ti, PT. Sangra Ratu Boga juga ber­inovasi merambah dunia cake dengan meluncurkan pro duk unggulan berupa Sp­Nova Cake Emulsifier Spesial.

Produk ini sangat cocok untuk pembuatan semua jenis Cake atau Bolu dengan kadar lemak rendah atau tinggi. Sp­Nova Cake Emulsifier Spesial bahkan bisa menjadi bahan pengganti kuning telur atau lemak, sehing ga dapat menghemat biaya produksi. Selain itu, Sp­Nova Ca­ke Emulsifier Spesial juga dapat memberikan hasil akhir yang sempurna, dengan tekstur Cake atau Bolu yang lembut dan stabil. Karena adonan le bih mudah mengembang, pro ses pengocokan relatif lebih singkat. Sp­Nova Cake Emulsifier Spesial tersedia dalam kemasan ekonomis 80 gr dan 200 gr, serta takaran industri seberat 20 kg.

Info Lebih Lanjut :
PT. Sangra Ratu Boga
Jl. Raya Karang Bolong No 6-8,
Ancol Barat-Jakarta Utara
Telp. 021 690-9333
Bermula dari bisnis rumah tangga yang memasok beragam keripik renyah ke warung-warung kecil, kini Miftahuddin dan Dewi telah memiliki enam gerai oleh-oleh di Kota Bogor, Jawa Barat. Usut punya usut ternyata penggunaan Minyak Goreng Fraiswell jadi salah satu pemicu kesuksesan pasangan suami istri ini dalam menaklukkan pasar.

Kala melongok gerai oleh-oleh berlabel Priangan Sari di Jl. Raya Puncak Km 72 No. 53-54, Bogor – Jawa Barat, yang cukup besar dan komplit, siapa yang menyangka jika bisnis ini mulanya hanya sebatas usaha rumah tangga. Diceritakan oleh Dewi dan Miftahuddin, selaku pemiliki gerai Priangan Sari, bisnis ini dimulai pada tahun 1992 di Kota Bandung – Jawa Barat. Ketika itu, Dewi yang baru saja melahirkan putri pertama mereka, memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai sekretaris. Karena tak terbiasa nganggur, Dewi pun mencoba menyalurkan hobinya membuat Keripik Singkong Balado. Untuk membantu perekonomian keluarga, Keriping Singkong Balado tersebut kemudian dipasarkan ke beberapa warung sekitar tempat tinggal Dewi dan Miftah.

Tak disangka, kerenyahan Keripik Singkong Balado racikan Dewi mendapat respon positif dari konsumen. Bahkan beberapa bulan kemudian Dewi dan Miftah harus memindahkan lokasi produksi guna mencari tempat yang lebih luas. Disamping itu, pasangan suami istri ini juga mulai menambah varian menu baru seperti Keripik Tempe dan Keripik Bayam. Terhitung sejak tahun 1992 hingga 1997, usaha aneka keripik milik Dewi dan Miftah telah berkembang dengan lima ruko berlabel Priangan Sari, yang tersebar di beberapa kawasan oleh-oleh Bandung – Jawa Barat.

Ekspansi Usaha.
Di tahun 1997, Dewi dan Miftah memutuskan untuk hijrah ke Ciawi, Bogor – Jawa Barat. Keputusan ini diambil karena melihat prospek yang lebih cemerlang. Di sini, Dewi dan Miftah membuka gerai mini market yang juga menjual beragam kebutuhan Sembilan bahan pokok (sembako). “Awalnya, ruko-ruko di Bandung masih kami kelola sendiri, tapi karena tidak terkontrol lagi maka saat ini di-handle oleh saudara-saudara kami, mulai dari produksi hingga pemasaran,” ujar Miftah.

Sayang, bisnis tersebut tak bertahan lama dan harus gulung tikar karena beberapa persoalan. Tak ingin larut dalam kegagalan, Dewi dan Miftah memidahkan lokasi penjualan ke kawasan, Jl. Raya Puncak Gadog Km 7. Dengan mengusung konsep sentra oleh-oleh, Dewi dan Miftah bukan hanya membuat beragam keripik untuk dijual kepada konsumen, tapi juga menerima pasokan oleh-oleh khas berbagai daerah di Indonesia. Saat ini Priangan Sari sudah memiliki lima cabang yang berada di Jl. Raya Ibogo Menteng No.52, Jl. Raya Kopo Puncak (Samping Wisma DPR), Jl. Raya Sukabumi No 26, Jl. Raya Soleh Iskandar (Depan Toserba Yogya), Ruko Plaza Niaga 2 No. 65 dan Sentul City No.85, Bogor- Jawa Barat.

Mitra UKM. 
Hingga saat ini, Priangan Sari menyediakan ragam menu oleh-oleh yang bisa dipilih oleh para wisatawan yang melancong ke kawasan Puncak – Bogor, Jawa Barat. Sebut saja Keripik Tempe, Kripik Bayam, Kripik Bawang, Sale Pisang, Bolu Lapis Talas Bogor, Brownies Talas, Roll Talas, Sale Pisang Keju, Dodol Garut, Roti Unyil, Wajik Ci Lilin, Manisan Cianjur hingga aneka buah lokal.

Selain menyediakan menu yang dibuat sendiri di dapur produksi, Priang Sari juga menerima pasokan Usaha Kecil Menengah (UKM) dari berbagai daerah. Dengan kerja sama ini, Dewi dan Miftah berharap bisa menyediakan media penjualan bagi UKM yang terkendala modal dan pemasaran.

Setidaknya ada 500-600 UKM yang bekerjasasama dengan Priangan Sari. Selain memiliki menu yang tahan lama, UKM-UKM tersebut juga meluncurkan varian menu yang unik, enak dan hygiene. Demi kemajuan bersama, Priangan Sari tak segan-segan memberikan saran dan kritik kepada mitra UKM untuk lebih meningkatkan kualitas menu secara optimal. “Selain menyediakan tempat, kami juga memberikan pinjaman modal berupa bahan yang dibutuhkan para mitra UKM, sesuai dengan jumlah menu yang akan dipasok ke Priangan Sari,” tambah Miftah.

Tak hanya menyediakan varian menu oleh-oleh yang beragam, tiap gerai Priangan Sari juga memiliki kapasitas ruangan cukup luas dengan lahan parkir yang memadai. Sehingga memudahkan konsumen saat bertandang dan memilih oleh-oleh sesuai selera.

Menu Unggulan.
Dari sekian menu yang diracik Priangan Sari, aneka keripik seperti Keripik Tempe, jadi menu yang diunggulkan. Cita rasanya yang lebih gurih, dengan tekstur renyah dan warna kekuningan yang memikat membuat Keripik Tempe menjadi primadona. Selian itu, Keripik Bayam juga jadi menu jagoan Priangan Sari, dan kerap dipilih oleh konsumen yang datang.

Demi menghadirkan varian menu seperti Keripik Tempe dan Keripik Bayam yang enak, Dewi dan Miftah senantiasa menggunakan bahan baku berkualitas. Mulai dari pemilihan tempe yang segar, tepung terigu, hingga minyak goreng. Dewi dan Miftah bahkan berani menyakinkan konsumen jika varian Keripik dan menu lain yang ditawarkan bebas bahan pengawet dan pewarna buatan. “Karena hanya mengandalkan bahan baku segar yang bebas pengawet, varian menu seperti Keripik Tempe hanya bertahan selama 3 minggu jika disimpan dalam wadah kedap udara di suhu ruang, sedangkan Bolu Talas hanya bertahan selama 4 hari. Karena itu kami nggak berani menyediakan ready stock yang terlalu banyak,” terang Miftah.

Minyak Goreng Fraiswell.
Agar biaya produksi bisa lebih ditekan, semua bahan baku yang digunakan Priangan Sari dipasok langsung dari distributor. Sehingga harga yang didapat lebih murah dibanding harga toko retail. Salah satu bahan tersebut adalah Minyak Goreng Fraiswell. Dipilihnya Minyak Goreng Fraiswell bukanlah tanpa alasan. Menurut Dewi dan Miftah, Minyak Goreng Fraiswell mampu menghasilkan gorengan seperti Keripik Tempe dan Keripik Bayam yang kerenyahannya lebih tahan lama.

Sebelum menggunakan Minyak Goreng Fraiswell, Dewi dan Miftah sempat menggunakan minyak goreng curah yang harganya lebih murah. Namun, setelah diamati, ternyata minyak goreng curah lebih cepat menghitam, sehingga harus lebih sering diganti. Setelah mencoba beberapa merek minyak goreng kemasan, akhirnya pilihan jatuh pada Minyak Goreng Fraiswell yang lebih ekonomis namun tetap berkualitas. “Digoreng dalam Minyak Goreng Fraiswell keripik jadi lebih gurih, renyah, harum dan warnanya lebih kekuningan alami,” tambah Miftah.

Lebih lanjut diungkapkan Dewi dan Miftah, Minyak Goreng Fraiswell juga lebih cepat panas, sehingga bahan yang digoreng lebih cepat matang dan penggunaan bahan bakar jadi lebih hemat. “Minyak Goreng Fraiswell juga tidak cepat menghitam meski dipanaskan berkali-kali, sehingga Gorengan tetap berwarna cerah,” ujar Miftah.

Untuk memenuhi kebutuhan operasional per bulan, Priangan Sari memasok Minyak Goreng Fraiswell hingga 200 dus, 1 dus berisi 18 liter. Saat musim liburan, kebutuhan Minyak Goreng Fraiswell bahkan meningkat hingga 80% dibanding hari biasa. “Karena sudah sekian tahun menggunakan Minyak Goreng Fraiswell, dan Gorengan yang dihasilkan juga berkualitas, rasanya kami tak ingin lagi pindah ke lain hati,” tutup Miftah. 

Sumber Artikel : Tabloid Info Kuliner, Tanggal, 5 November 2014

Info lebih lanjut :
CV. Priangan Sari Sejahtera
Jl. Raya Puncak Km. 72 No. 53-54 Bogor- Jawa Barat
Telp. (0251) 8241043

Fraiswell Office
Focuk Building, Komp Mitras Sunter Blok B1 – B4
Sunter Jaya, Tanjung Priok
Jakarta Utara
Ingin menyantap ragam menu uenak sambil menikmati suasana khas Jawa yang cukup kental? Kalau begitu, segeralah bergegas ke restoran Mbah Jingkrak yang berada di Jl. Setiabudi Tengah No.11, Kuningan-Jakarta Selatan. Saat masuk ke dalam rumah makan ini, Anda akan disuguhi ragam menu ala Mbah Jingkrak yang ditata di atas piranti tanah liat beralas daun pisang, yang disusun secara prasmanan. Atmosfer khas Jawa tempo dulu kian terasa dengan kehadiran beragam ornamen vintage seperti radio, seterika besi berhias ayam jago, dan patung pengantin Jawa. Ada pula kolam yang dipenuhi dengan bola-bola plastik untuk menarik perhatian anak-anak.

Dan di beberapa sudut juga tampak koleksi kecap dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, ada juga koleksi rokok kuno yang terpajang di gazebo belakang. Nuansa khas Jawa semakin kental dengan alunan tembang Jawa yang mengalun dari audio. Seru banget!! Menu favorit. Meski mengambil konsep kuliner khas Jawa Tengah, namun rasa yang dihadirkan berbeda dari masakan Jawa Tengah pada umumnya. Nama-nama dari menu makanan andalan pun unik dan bernuansa horor, seperti Ayam Rambut Setan, Ayam Grandong, Sambal Iblis dan masih banyak lagi. Harga pun beragam, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu per porsi. Salah satu hidangan favorit pelanggan adalah Ayam Rambut Setan.

Meski terdengar seram, namun saat melihat tampilan menu seharga Rp 13 ribu ini, Anda bakal langsung jatuh cinta. Ayam Rambut Setan ala Mbah Jingkrak dibuat dari ayam pejantan yang telah diungkep hingga empuk, lalu digoreng hingga kering. Kemudian ditumis bersama bumbu berupa bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah dan daun kemangi yang diuleg kasar. Lalu ditambahkan irisan daun bawang sambil diaduk rata dan dibumbui garam dan gula pasir. Tampilan bumbu yang diulek kasar, seakan membentuk serabut yang terlihat acak. Karena itulah menu satu ini dinamakana Ayam Rambut Setan.Rasanya? Yang tidak doyan pedas disarankan untuk tidak men coba. Pedasnya benar-benar dahsyatt! Rasa pedas tak hanya te-rasa di bagian luar daging ayam saja, tapi meresap hingga ke dalam. Tapi, rasa pedas-gurih yang dihadirkan, sukses menciptakan kesan addict.

Membuat lidah tak ingin berhenti mengunyah. Apalagi saat disantap bersama sepiring nasi putih panas. Nikmatnya nampol abiiss!Frais Well. Menurut Yoppy Helfi tri, manager operasional Warung Mbah Jingkrak, rahasia di balik kenikmatan tiap menu ada pada penggunaan bahan baku yang berkualitas. Mulai dari bumbu dan rempah yang masih segar, daging ayam yang baru dipotong hingga pemilihan minyak goreng. Khusus minyak goreng, Warung Mbah Jingkrak hanya menggunakan Minyak Goreng Frais Well. Awalnya Warung Mbah Jingkrak sempat bergonta-ganti merek minyak goreng. Namun, Gorengan seperti Tempe Mendoan atau Orek Tempe yang dihasilkan kurang memuaskan. Mulai dari warna yang kurang cerah, Gorengan yang tidak kering dan crunchy, hingga beraroma tengik.

Di tahun 2013, saat mencoba Minyak Goreng Frais Well, Gorengan yang dihasilkan sesuai dengan selera, sejak itulah Warung Mbah Jingkrak tak berminat mencoba merek lain.Selain berkualitas, harga Minyak Goreng Frais Well juga lebih bersahabat, sehingga Warung Mbah Jingkrak bisa lebih berhemat dan profi t yang dihasilkan jadi lebih besar. “Awalnya, kami pikir minyak goreng kemasan lebih boros dibanding minyak goreng curah, karena harganya yang lebih mahal. Setelah dihitung-hitung, justru lebih hemat. Kalau biasanya menu Gorengan menghabiskan dua dus minyak goreng per hari, tapi setelah menggunakan Minyak Goreng Frais Well hanya butuh 1 dus saja. Bisa irit setengahnya. Hasilnya juga lebih kering dan nggak bau tengik,” tegas Yoppy. Kini setidaknya Warung Mbah Jingkrak memasok Minyak Goreng Frais Well sebanyak 50 box isi 18 liter untuk kebutuhan operasional selama satu bulan.

Keistimewaan Frais Well. Minyak Goreng Frais Well memang memiliki kualitas yang lebih dibanding merek lain yang selevel. Sebut saja smoked point atau titik uap paling tinggi di atas rata-rata minyak goreng lain. Alhasil, pemakaiannya jadi lebih hemat karena lebih tahan panas dan tidak cepat menguap dan menghitam.Selain itu Minyak Goreng Frais Well juga lebih cepat panas. Bila rata-rata minyak goreng lain dalam jumlah banyak butuh waktu 15 menit untuk mencapai tingkat panas dan siap goreng, dengan Minyak Goreng Frais Well cukup 10 menit dipanaskan, minyak goreng telah siap digunakan. Ini menandakan Minyak Goreng Frais Well lebih efi sien dan bahan bakar gas pun jauh lebih hemat.

Di pasaran, Minyak Goreng Frais Well hadir dalam 5 pilihan kemasan, yaitu refi ll 1 lt, refi ll pouch 2 lt, pack in box 5 lt, pack in box 18 lt, jerigen 5 lt dan jerigen 18 lt. Untuk Minyak Goreng Frais Well kemasan 1 dan 2 liter dapat Anda temukan di supermarket dan Pasar Tradisional. Sedangkan untuk segmen UKM dengan pemakaian di atas 5 liter dapat dibeli di distribuit Frais Well resmi di kota Anda.

Warung Mbah Jingkrak :
Jalan Setiabudi Tengah No. 11
Kuningan, Jakarta Selatan
Telp: (021) 5252605

Minyak Goreng Frais Well :
Focus BuildingMitra Sunter Boulevard B1-B4
Sunter Jaya, Jakarta Utara
Telp: 021 65305881. 65305081
Hp: 081932396385
Designed by vnBloggertheme.com | Copyright © 2013 Tabloid Wirausaha Kreatif